Jumat, 27 Mei 2011

Alasan Terpilihnya Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat

Lifestyle » Trend and Fashion » Alasan Terpilihnya Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat

Pergelaran 'Anne, Cinta & Sahabat'

Alasan Terpilihnya Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat

Jum'at, 27 Mei 2011 - 15:31 wib

Lastri Marselina - Okezone


Anne Avantie (Foto: Dok Okezone) DESAINER kebaya Anne Avantie merupakan orang pertama yang mengadakan pergelaran “Anne, Cinta & Sahabat” di pelataran Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat yang sakral dan mengandung unsur spiritual tinggi.

Bukan tak beralasan, ada banyak cerita di balik pemilihan lokasi pergelaran tersebut. Selain lahir dan besar di Kota Solo, Gusti Kanjeng Ratu Timoer justru sosok di balik terpilihnya Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pergelaran tunggal sang desainer.

Bermaksud memperbaiki pamor Keraton Kesunanan Hadiningrat agar lebih baik di mata masyarakat, pelataran Keraton Kesunanan Hadiningrat akan menjadi saksi momen bersejarah itu.

"Cukup prihatin mengetahui ada saja warga Solo yang justru belum pernah bertandang ke sini. Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat sepertinya masih kalah pamor dengan keraton Yogyakarta. Kami melihat jika terus berpacu pada aturan yang kaku, keraton akan semakin ditinggalkan. Maka kami ingin lebih luwes, lebih terbuka kepada masyarakat. Kebetulan sekali bagai gayung bersambut Anne Avantie berencana mengelar acara di Solo, maka saya mengusulkan untuk menggunakan lokasi ini," kata GKR Timoer saat konferensi pers, di Solo, Jumat (27/5/2011).

Menanggapi GKR Timoer, Anne menuturkan, dia melakukan persiapan selama tiga bulan ditambah perbincangan dengan pihak keraton setiap hari, sehingga menelurkan ketentuan dan rambu-rambu. Hal tersebut memunculkan dukungan luar biasa dari pihak keraton terhadap acara yang akan diadakan malam ini.

"Sebelumnya kenaikan Gusti Kanjeng Timoer ke atas panggung akan menggunakan tandu replika, namun setelah bicara dengan pihak keraton kami memutuskan untuk menggunakan tandu yang asli dan biasa digunakan Putri Raja untuk bepergian," papar Anne.

"Menggunakan tandu asli untuk memperlihatkan pada masyarakat inilah adat yang kami pelihara atau lestarikan dan tidak rusak padahal sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tepatnya zaman Pakubuwono II," jelas GKR Timoer.

Pergelaran yang diprediksi akan berlangsung mewah itu tak hanya dinikmati oleh keluarga dan kerabat. Namun istimewanya, di antara tamu undangan akan hadir teman-teman masa kecil, guru sekolah, tukang becak langganan, dan tukang kebun Anne yang berdomisili di Solo.

Mereka belum sempat melihat pertunjukan “Damai Negeriku” yang diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, dua tahun lalu.
(nsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar