Jumat, 27 Mei 2011

"Duh, Ompong (Terpaksa), Nih!"

Lifestyle » Family » "Duh, Ompong (Terpaksa), Nih!"

"Duh, Ompong (Terpaksa), Nih!"

Sabtu, 28 Mei 2011 - 10:17 wib

Anak ompong. (Foto: Corbis) "GUBRAAKK..." Hakiem (4,5 tahun) pun terjatuh dari sepedanya. Tak berapa lama, dia berdiri dan menuntun sepedanya sambil sesekali memandang benda kecil yang ada di telapak tangannya. Ya, akibat jatuh dari sepeda tadi, gigi susu atas bagian depan copot. Ia pun ompong.

Melihat dari yang dialami Hakiem, ibu mana yang tak khawatir. Tapi tahukah Moms, apa yang bisa timbul lantaran gigi susu lepas belum pada waktunya? Ada beberapa keluhan yang bisa muncul lho! Mau tahu? Simak penjelasan drg. Rinati Adrin, SpKGA dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengenai hal ini:  

Jika Gigi Tanggal Secara 'Paksa'

Normalnya gigi susu lepas dari rongga mulut dan berganti menjadi gigi tetap untuk pertama kali berkisar usia 6 tahun, dan prosesnya berlanjut hingga usia 13 tahun.

Namun ada keadaan yang menyebabkan gigi (mahkota dan akar gigi) tanggal atau lepas dari rongga mulut secara tidak normal (avulsi). Avulsi disebabkan antara lain, kecelakaan lalu lintas, berkelahi, jatuh, kecelakaan saat berolahraga, kerusakan jaringan periodontal (jaringan yang mengelilingi gigi dan berfungsi sebagai penyangga gigi), dan penyakit sistemik – misal, diabetes mellitus. Dan umumnya avulsi terjadi pada gigi depan dimana bagian inilah yang kerap pertama kali terbentur saat jatuh atau kecelakaan.

Nah, jika tidak segera ditangani, gigi yang mengalami avulsi ini dapat menyebabkan:

- Fungsi mengunyah terganggu

Salah satu fungsi gigi adalah untuk mengunyah dimana (idealnya) saat mengunyah ada pertemuan antara gigi rahang atas dan rahang bawah. Namun, jika salah satu gigi 'hilang', akan mengakibatkan fungsi mengunyah terganggu, karena gigi akan bertemu dengan gusi.

- Pertumbuhan gigi tetap pengganti tidak rapi

Artinya, gigi ‘tetangga’ dari gigi yang mengalami avulsi akan bergeser ke arah gigi yang kosong. Sehingga celah (ruang kosong) tempat gigi tetap pengganti yang nanti tumbuh menjadi lebih sempit dan berada tidak pada lengkung yang seharusnya. Akibatnya gigi permanen pengganti tidak rapi atau tidak bagus dari segi estetika.

- Pertumbuhan rahang tidak sempurna

Rahang yang seharusnya cukup untuk 32 buah gigi menjadi sempit.  Akibatnya, gigi bungsu (gigi geraham ketiga) -biasa muncul pada usia 18-20 tahun- yang selalu tumbuh terakhir tidak dapat tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh miring atau bahkan 'tidur' karena tidak kebagian tempat untuk tumbuh.

- Ganggu pengucapan pada anak

Avulsi yang tidak segera ditangani juga akan menyebabkan gangguan pengucapan pada anak.

Harus Segera Ditangani

Mengingat dampak dari avulsi cukup berpengaruh bagi pertumbuhan gigi dan aktivitas rongga mulut, sebaiknya segera ditangani. Umumnya, sebelum melakukan tindakan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, pemeriksaan ekstra oral (mulut), intra oral dan bila dibutuhkan beberapa pemeriksaan penunjang. Misal, pemeriksaan rontgen foto atau pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosa dan membuat rencana terapi.

Selain itu, ada dua tindakan yang dapat membantu mengatasi avulsi. Pertama, Replantasi, yakni pengembalian gigi ke dalam soketnya. Cara ini bisa dilakukan asalkan gigi yang terkena avulsi masih memenuhi syarat. Kemudian dilanjutkan dengan fiksasi dan immobilisasi agar gigi tersebut tidak lepas.

Keberhasilan replantasi dipengaruhi dari kecepatan gigi tersebut dikembalikan ke dalam soketnya - tidak boleh lebih dari 15-20 menit setelah mengalami avulsi. Replantasi ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah, namun sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi. Dan saat akan ke dokter, rendamlah gigi susu akibat avulsi tadi dalam susu/cairan normal saline agar tidak kering dan mencegah hilangnya metabolisme normal dari gigi tersebut.

Setelah dilakukan tindakan, si kecil dianjurkan tidak menggigit makanan dengan gigi yang baru dilakukan tindakan, mengonsumsi makanan yang lunak dan melakukan perawatan kebersihan mulut -biasanya setelah dua minggu anak diminta untuk kontrol dan lanjutan perawatan gigi.

Kedua, pembuatan space maintainer, yakni alat yang dibuat dan dipasang oleh dokter gigi untuk mempertahankan ruang bekas gigi yang telah tercabut sampai tumbuh gigi permanen pengganti. Bentuk alatnya bermacam-macam, salah satunya menyerupai gigi palsu. Cara dilakukan jika gigi yang mengalami avulsi hilang atau tidak memenuhi syarat untuk dilakukan replantasi.

Saat Gigi Mengalami Avulsi, Sebaiknya...

- Lakukan pemeriksaan singkat pada daerah rongga mulut anak. Agar anak bisa kooperatif, lakukan pemeriksaan dengan tenang dan jangan panik.

- Bersihkan gigi yang lepas dengan air mengalir. Ingat, jangan berikan sabun atau detergen saat membersihkanya, dan jangan digosok! Yang perlu diperhatikan adalah pegang gigi pada daerah mahkotanya (bagian yang langsung terlihat saat membuka mulut), JANGAN akarnya.

- Kembalikan gigi dalam soketnya, jika gigi si kecil lepas dari tempat akar di dalam tulang rahang. Saat memasangkan gigi ke soketnya, tahan dengan jari dan segera ke dokter gigi terdekat. Namun, jika Moms merasa pemasangan gigi tidak pas, sulit dipasang atau lainnya, segera bawa ke dokter gigi terdekat untuk dilakukan tindakan.

- Saat menuju dokter gigi, rendam gigi yang lepas dalam cairan isotonik atau susu. Fungsinya untuk mencegah dehidrasi dan kematian sel periodontal ligamen. Tapi jangan rendam gigi di air, karena akan mempercepat kematian jaringan peridontal. Perendaman sebaiknya dilakukan secepat mungkin (kurang dari 10 menit setelah gigi lepas jauh lebih bagus). Selain direndam, penyimpanan gigi avulsi bisa dilakukan di bawah lidah – saliva dan air liur merupakan salah satu media yang baik untuk menyimpan gigi avulsi. Namun, cara ini tidak dianjurkan untuk anak kecil, karena ditakutkan gigi tersebut akan tertelan.

- Segera ke dokter gigi. Karena, keberhasilan pengembalian gigi avulsi pada golden period sebaiknya kurang dari 60 menit setelah lepas dari gusi. Dengan demikian diharapkan belum terjadi kerusakan yang parah dari periodontal ligament dari gigi dan syaraf dari gigi. (Sumber: Mom&Kiddie)(//nsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar