Senin, 30 Mei 2011

Harmonisasi Warna dalam Hunian

Lifestyle » Griya » Harmonisasi Warna dalam Hunian

Harmonisasi Warna dalam Hunian

Senin, 30 Mei 2011 - 13:13 wib

Harmonisasi warna dalam hunian. (Foto: Getty Images) WARNA yang diaplikasikan di rumah Anda bisa menjadi ‘kekuatan’ untuk memengaruhi psikologi penghuninya. Salah satunya bila diaplikasikan di ruang kerja, bisa memberi semangat tersendiri.
 
Warna dapat memberikan kekuatan tersendiri pada bangunan. Warna juga yang bisa mempengaruhi mood Anda sebagai penghuni rumah. Karena itu, jangan sembarang memilih warna.

Warna dipercaya memiliki “kekuatan” untuk memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Warna merah, misalnya, dapat mendorong penghuni rumah untuk lebih bersemangat memulai hari. Atau hijau yang punya efek sejuk, atau oranye yang bisa menambah nafsu makan. Secara umum, pemilihan warna sejatinya selalu dipengaruhi oleh perkembangan desain arsitektur dan interior, selain juga situasi dan kontur tanah.

Hanya, dalam pengaplikasiannya, semua tergantung kebutuhan ruang serta kesan yang ingin diciptakan. Desainer interior Adi Nining mengatakan, kesan sebuah bangunan tergantung dari unsur warna yang digunakan. Bahkan Nining memprediksi, di masa mendatang permainan warna pada bangunan akan semakin berani dan menarik.

“Unsur warna di masa depan bisa lebih dinamis dan banyak mengambil nuansa alam, sehingga menambah kesan alami tampilan interior rumah Anda. Tema dinamis merupakan kata kunci. Hampir semua warna sebenarnya bisa mengikuti unsur tersebut, tergantung intensitasnya. Namun, kecenderungannya mengarah ke penggunaan warna kuning, oranye, maupun silver,” papar Nining.

Selain itu, pengaplikasian warna-warna yang berkesan keras dan kuat juga masih dimungkinkan. Walau masih disukai, namun unsur harmonisasi akan tetap menjadi pertimbangan utama sehingga warna cerah dan lembut tidak bisa begitu saja ditinggalkan. Warna mulai mengalami perkembangan pada era 1940-an. Pada masa itu, tren warna belum memiliki kemajuan dan perkembangannya pun masih berjalan 10 tahun sekali.

Namun, lambat-laun tren warna semakin mendapatkan apresiasi masyarakat yang cukup baik. Mulai era 1980-an, tren warna kian bergerak cepat dengan intensitas perubahan menjadi lima tahun sekali. Terlebih pada masa sekarang, bisa dibayangkan perubahannya sudah semakin cepat, yakni dua tahun sekali, bahkan setiap tahun.

Terjadinya perubahan yang makin dinamis pada tren warna itu antara lain dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, kemajuan desain interior di mancanegara, serta gaya hidup generasi sekarang.

”Tren warna saat ini berubah sangat cepat, karena generasi sekarang adalah ge-nerasi yang gampang bosan serta menyukai hal-hal yang intens,” tandas Nining.

Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa unsur warna begitu penting dalam sebuah hunian? Tak lain karena efek warna sangat berpengaruh pada psikologi penghuninya, mengingat rumah merupakan sesuatu yang bersifat pribadi. Desain maupun interior masing-masing rumah tergantung kebutuhan, karakter, serta gaya hidup pemiliknya. Pemilihan warna pun mengikuti “kodrat” ini.

Tak bisa dipungkiri, selera maupun cita rasa tiap orang tidaklah sama. Dan, warna yang kemudian dipilih sedikit-banyak akan bisa mencerminkan pribadi orang tersebut. Bisa pula umur penghuni rumah memberi pengaruh terhadap pilihan warna pada kediamannya. Sekarang ada kecenderungan bahwa tiap anggota keluarga dapat menentukan warnanya sendiri, dan tidak tergantung pilihan orangtua.

Kamar tidur anak dapat dijadikan contoh lantaran dalam proses pemilihan warnanya, para orangtua sudah barang tentu bakal mempertimbangkan keinginan anak. Nining berpendapat bahwa sesuai perkembangan tren, warna pada sebuah rumah tidak harus selalu sama. Bisa saja antara satu ruang dengan ruang yang lain digunakan dua atau tiga warna yang berbeda.

”Kita boleh memakai dua warna dalam ruangan yang tidak terlalu besar sehingga membuatnya terkesan luas,” imbuh Nining.

Nining menambahkan, pilihan warna pada bangunan masa depan juga semakin bebas, termasuk memadukan warna-warna yang sedang tren. Begitu pula menyangkut keserasian dengan interior. Adanya warna yang tepat justru bisa memberikan nilai plus pada kelengkapan ruangan.

Sedangkan untuk warna yang lebih konservatif dan bukan warna berani, maka pilihlah beberapa variasi terang dan gelap pada warna yang sama. Misalnya memilih hijau tua dan hijau muda.Warna jenis ini disebut warna monokromatik.

”Misalnya saja, ruangan berisi elemen klasik bisa dipadukan dengan warna-warna yang sedang 'in' sehingga mampu tampil lebih up to date,” sebut Nining.

Sementara dari segi kemudahan perawatan,semakin hari warna yang diminati akan semakin terang. Orang akan lebih menyukai merawat ruangan yang terang dibandingkan warna gelap. Warna terang mengesankan sebuah rumah yang bersih dan terawat.(SINDO//nsa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar