Sabtu, 28 Mei 2011

Makan Telur Asin Kok Setiap Hari

Lifestyle » Fit and Beauty » Makan Telur Asin Kok Setiap Hari

Makan Telur Asin Kok Setiap Hari

Sabtu, 28 Mei 2011 - 11:12 wib

Chaerunnisa - Okezone


(Foto:Corbis) TELUR asin memang memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi telur asin, tentu akan memberi dampak bagi si buah hati, terutama menganggu sistem pencernaanya.

Mengenai hal itu Aish Faria, SST Gizi dari RS Persahabatan memberikan penjelasannya.

Sebenarnya kandungan protein telur bebek lebih tinggi dari telur ayam. Sehingga telur bebek sangat baik dikonsumsi untuk pertumbuhan anak. Tapi jika telur bebek sudah dibuat menjadi telur asin akan mengalami proses penggaraman dan penambahan zat pengawet atau zat pewarna lainnya sehingga komposisi gizinya akan berubah. Untuk itu, sebaiknya anak tidak mengonsumsinya setiap hari, mengingat kandungan garam yang tinggi.

Dampak Kelebihan Garam

Penggaraman yang cukup banyak pada telur asin tentu akan menimbulkan dampak tertentu. Bagi anak yang berusia 1–3 tahun, jika dia terlalu banyak mengonsumsi telur asin, dapat mengiritasi sistem pencernaannya.

Oleh sebab itu jangan terlalu cepat memberikan makanan yang ekstrim, termasuk kandungan garam yang tinggi. Pasalnya sistem pencernaan balita belum berkembang sempurna. Artinya, konsumsi telur asin harus dibatasi, hanya boleh sesekali saja. Jika tidak, dikhawatirkan tingginya kandungan garam dapat menyebabkan terjadinya reaksi penolakan dari dalam tubuh (imunologi) sehingga kemungkinan terjadinya alergi lebih besar. Bila ditemukan reaksi alergi seperti bisul atau nanah, sebaiknya hentikan konsumsi telur asin.

Rasa asin pada telur asin juga dapat memberikan efek ketagihan pada anak-anak. Mungkin si kecil sudah terbiasa rasa gurih sejak usia 1 tahun. Jadi, kurangilah pemberian rasa asin (garam) pada masakan apalagi ditambah dengan MSG atau zat pengawet lainnya, utamanya anak-anak atau bayi yang baru mengenal rasa. Jika ingin rasa gurih pada masakan, cukup tambahkan air kaldu sebagai pengganti garam.

Kebutuhan Protein Anak

Anak-anak usia 1 – 3 tahun sebaiknya hanya diperkenalkan (sebagai latihan) saja dengan pemberian cukup setengah butir sehari. Sebaiknya 2-3 kali dalam seminggu, agar sistem pencernaan si kecil tidak kaget dan si kecil terhindar dari alergi akibat telur. Kebutuhan protein anak usia 3 tahun adalah 25 gram sehari dan kebutuhan gizi 1200 – 1300 Kkal. Kandungan gizi satu butir telur asin yaitu; energi = 98 kal, protein = 7,5 g, lemak = 7,3 g, karbohidrat = 2,4 g, kalsium  = 66 g, phosphor = 86,4 mg, besi (Fe) = 0,9 mg, vitamin A = 139 ug, thiamin = 0,15 mg.

Kenalkan Makanan Lain

Namun, jika anak terlanjur hanya mau makan dengan telur asin saja, bagilah telur itu menjadi dua bagian – setengah untuk makan siang dan setengah untuk makan malam. Tapi tetap, kurangi perlahan.

Moms juga bisa membuatkan variasi lain dari telur asin, misalnya telur asin dicampur dengan sayur atau jamur. Tapi alangkah lebih baik anak dikenalkan dengan makanan yang lain, agar anak tidak jadi anak yang pemilih makanan. (Sumber: Mom&Kiddie)(nsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar