Lifestyle » Lust and Love » Rahasia Seksual Pria Wajib Anda Tahu
Rahasia Seksual Pria Wajib Anda Tahu
Senin, 18 April 2011 - 14:24 wib
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
Saatnya bercinta (Foto: Corbis) INGIN tahu lebih dalam apa saja rahasia terdalam seksual tentang pria? Intip bocorannya, yuk!
Jika Anda berpikir respons seksual pria cukup sederhana dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan mudah, sebaiknya segera revisi pernyataan tersebut. Pria tidak sesederhana yang Anda duga.
Untuk lebih mendalaminya, Fox News memberikan empat rahasia seksual pria yang bisa Anda pelajari, seperti dirilis Times of India.
Terjebak sperma
Ketika berhubungan seks, tidak semua sperma pria masuk ke dalam sel telur sekaligus. Setelah sperma dialirkan ke saluran Miss V, beberapa di antaranya kerap terjebak di dalamnya dikarenakan menggumpal atau mengental. Dengan bantuan enzim gumpalan tersebut pun dapat mencair dan akhirnya semua sperma dapat mengalir lancar ke sistem reproduksi wanita. Pembekuan ini, menurut para ilmuwan, dimaksudkan untuk mempercepat pelepasan sperma ke dalam rahim dan meningkatkan kemungkinan bahwa salah satu sperma akan mencapai sel telur dan memperbesar kemungkinan suksesnya pembuahan.
Oksitosin juga pengaruhi pria
Oksitosin biasanya memengaruhi wanita selama seks berlangsung. Namun di luar itu, ternyata hormon ini pun memengaruhi pria. Penelitian dari Swiss menemukan oksitosin berhubungan dengan peningkatan kepercayaan diri pada pria.
Testosteron tinggi = kurang seks
Kadar testosteron yang lebih tinggi dari biasanya dianggap sebagai hal baik bagi pria karena dapat berpengaruh pada dorongan seksual mereka. Para peneliti menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung bersikap tidak kasar dalam pernikahan yang mereka jalani.
Kalah sebelum bermain seks adalah prototipe semata
Sebuah studi tahun 1975 menemukan pola unik pada pria bahwa loyonya Mr P biasanya terjadi setelah mereka mabuk berat. Studi lain pada 1989 menemukan bukti lebih lanjut yang mendukung aksi seks di luar nikah. Sebanyak 14 dari 20 kasus kematian coital justru terjadi selama hubungan “affair” berlangsung.
(tty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar